Agus Aras Soroti Minimnya Akses Pendidikan dan Layanan Kesehatan di Wilayah Pedalaman Kutim

NUSASATU, KUTIM – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agus Aras menyoroti minimnya akses pendidikan dan layanan kesehatan di wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim). Hal itu ia sampaikan saat menyerap aspirasi warga dalam kegiatan reses di Kecamatan Wahau, Kabupaten Kutim, Selasa (9/6/2026).
Agus menyatakan keluhan masyarakat masih didominasi terkaitan persoalan kesenjangan sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan. Ia menilai permasalahan tersebut harus segera ditangani agar tidak terjadi kesenjangan yang semakin lebar antara masyarakat di wilayah perkotaan dengan pedalaman.
“Banyak masyarakat yang menyampaikan persoalan pendidikan. Sekolah memang tersedia, tetapi fasilitas penunjangnya masih kurang sehingga memengaruhi proses belajar mengajar,” ujarnya.
Menurut Agus, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun sekolah. Pemerintah Provinsi Kaltim juga perlu memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang aktivitas belajar siswa.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi SMK Negeri 1 Muara Wahau yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas praktikum yang dibutuhkan siswa untuk mengasah keterampilan sesuai bidang keahlian yang mereka pelajari.
“Keberadaan fasilitas praktik yang memadai menjadi faktor penting untuk menciptakan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Karena itu, kebutuhan tersebut perlu menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah,” Kata Agus.
Selain pendidikan, masyarakat juga mengeluhkan layanan kesehatan yang dinilai belum berjalan optimal. Sebagian warga di wilayah pedalaman masih menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas dan pelayanan kesehatan.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kaltim itu berharap seluruh program pembangunan yang telah dianggarkan pada 2026 dapat segera direalisasikan. Dengan percepatan serapan anggaran, berbagai kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah.
“Harapan masyarakat sederhana, yakni adanya perhatian dan solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, pelaksanaan program yang sudah direncanakan harus berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi warga,” pungkasnya



