News

Mahasiswa Desak DPRD Kaltim Bahas Kenaikan Pertamax dan Pelemahan Rupiah

NUSASATU, SAMARINDA — Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Teuku Umar, Samarinda, Kamis (18/6/2026). Meski diguyur hujan, massa tetap bertahan menyampaikan aspirasi terkait kenaikan harga Pertamax dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Aksi tersebut berlangsung menyusul kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Mahasiswa menilai kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian masyarakat.

Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Shefa, mengatakan mahasiswa turun ke jalan untuk mengingatkan pemerintah agar segera mengambil langkah konkret sebelum dampak ekonomi yang lebih besar terjadi.

Salah satu tuntutan utama yang disampaikan massa adalah mendesak DPRD Kaltim, khususnya Komisi II, menggelar rapat dengar pendapat dengan PT Pertamina Patra Niaga guna membahas persoalan distribusi, ketersediaan, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kami mendesak DPRD Provinsi, khususnya Komisi II, untuk melakukan rapat dengar pendapat dengan PT Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan guna menyikapi fenomena kelangkaan dan kenaikan bahan bakar yang terjadi,” kata Shefa, dikutip dari Kompas.com.

Menurut mahasiswa, persoalan BBM perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Selain isu BBM, massa aksi juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mereka menilai kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok maupun biaya produksi yang pada akhirnya membebani masyarakat.

Karena itu, mahasiswa meminta DPRD Kaltim mengambil langkah antisipatif untuk mencegah dampak lanjutan dari pelemahan mata uang nasional.

“Kami meminta DPRD Provinsi melakukan tindakan yang bisa mencegah efek domino kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Walaupun hari ini belum menyentuh Rp18.000 per dolar, tetapi tidak ada yang tahu bagaimana kondisinya ke depan. Kami ingin ada aksi konkret dari DPRD Kaltim,” tegasnya.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap DPRD Kaltim dapat menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak terkait serta mendorong langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga energi dan nilai tukar rupiah.

Related Articles

Back to top button