News

Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi di Hambalang, Tekankan Kepentingan Nasional dalam Negosiasi Global

NUSASATU, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri yang membidangi sektor ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu (15/2/2026). Pertemuan tersebut membahas sikap dan strategi Indonesia dalam menghadapi perundingan ekonomi internasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden menegaskan bahwa setiap posisi Indonesia dalam perundingan ekonomi harus mengedepankan kepentingan nasional.

“Presiden memastikan bahwa posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapa pun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat, adalah yang terbaik dan paling menguntungkan bagi Indonesia,” ujar Teddy, dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya hasil perundingan yang mampu meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat rantai pasok nasional agar lebih terintegrasi dalam global supply chain.

Kepala Negara turut memberi perhatian khusus pada kecepatan implementasi kebijakan dan dampak langsung yang dirasakan masyarakat. “Presiden menginginkan setiap kebijakan yang diambil segera memberikan manfaat konkret dan seluas-luasnya bagi Indonesia,” tambah Teddy.

Pertemuan tersebut dihadiri antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetio Hadi, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sementara itu, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan menandatangani kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat pada bulan ini. Penandatanganan direncanakan berlangsung saat kunjungan Presiden ke Amerika Serikat pada 19 Februari 2026.

“Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga direncanakan penandatanganan ART,” kata Airlangga, Rabu (11/2/2026).

Terkait nilai dan detail kesepakatan, Airlangga menyebut pemerintah masih menunggu draf akhir. “Masih ada beberapa hal yang akan kami finalisasi hingga semuanya benar-benar 100 persen selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 22 Juli 2025, Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati pernyataan bersama kerangka kerja ART. Dalam kesepakatan awal tersebut, Amerika Serikat menyatakan akan memangkas tarif impor produk asal Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.

Related Articles

Back to top button