DPK Kaltim

Buku Buka Ruang Komunikasi Antara Anak dan Orangtua

NUSASATU – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur, Muhammad Syafranuddin, mengatakan upaya pencerdasan pada anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui buku.

“Buku dan anak merupakan ikatan yang tak terpisahkan. Melalui buku anak dapat mengenali dunia di luar isi kepalanya dan mampu mengeksplor lebih lingkungan sekitarnya dengan ilmu pengetahuan,” katanya.

Bagi Muhammad Syafranuddin, buku menjadi jembatan bagi orang tua dalam mengenal sang buah hati. Buku bahkan turut membuka ruang komunikasi antara anak dan orang tua. “DPK Kaltim memiliki fasilitas perpustakaan anak pada. Terdapat 2.735 eksemplar dan 1.023 koleksi buku yang dapat dibaca anak dan orang tua,” ujarnya.

“Satu buku dapat merubah pola pikir anak. Di DPK Kaltim, buku anak telah tersortir secara selektif hingga menghindari konten muatan dewasa,” timpal Muhammad Syafranuddin.

Dia menjelaskan, upaya lain untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan anak juga terus dipikirkan oleh DPK Kaltim. Salah satunya dengan rencana pembentukan ruangan difabel di DPK Kaltim dengan tujuan setiap anak dengan berbagai latar belakang dapat membaca buku tanpa pembedaan. “Mereka juga punya potensi yang perlu diasah ilmunya melalui buku. Pencerdasan sejak dini sudah harus mulai dilakukan,” paparna.

Kunjungan oleh sekolah-sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini hingga Sekolah Dasar pun selalu terbuka di layanan perpustakaan anak. Bahkan, terang Muhammad Syafranuddin, hampir setiap harinya DPK Kaltim menerima visitasi dari sekolah sebagai bentuk pembelajaran di luar ruang kelas.

“Kami sangat memperhatikan kesejahteraan anak. Kami mengimbau bagi orang tua juga, sesibuk apapun, tetap bacakan buku pada anak,” pintanya. (iwa/adv)

Related Articles

Back to top button