Tingkat Literasi Rendah, DPK Kaltim Siap Dampingi Perpustakaan Sekolah

NUSASATU – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur Muhammad Syafranuddin menanggapi keluhan sekolah terkait tingkat literasi yang rendah dan ruang perpustakaan yang kurang representatif.
“Kalau terkait literasi kami bisa intervensi yang penting ada suratnya, tapi kalau tempat, tergantung kepala sekolahnya, bagaimana dia mau peduli dengan perpustakaan atau bagaimana,” ucapnya, kemarin.
Muhammad Syafranuddin mengatakan, DPK Kaltim tidak bisa masuk ke ranah infrastruktur karena keterbatasan dana yang dimiliki. Makanya DPK Kaltim hanya bisa membantu di tahap literasi dan pengembangan sumber daya manusia. “Tapi kalau untuk bantuan buku, kami masih bisa bantu seperti dalam hal literasi tadi yang saya maksud,” jelasnya.
Dia menambahkan, selain buku paket, perpustakaan sekolah seyogyanya juga memperbanyak koleksi buku penunjang agar literasi siswa bisa terpacu. “Mohon maaf saja, kami lihat di beberapa kali peninjauan, kebanyakan sekolah itu literasinya buku ajar yakni buku paket yang banyak,” akunya. “Sementara buku penunjangnya tidak. Seharusnya bisa diadakan lagi, minimal seimbang,” timpal Muhammad Syafranuddin.
Menurutnya, jika sekolah ingin membuat usulan, semisal perpustakaan digital, maka DPK Kaltim dapat membantu memberikan pendampingan. Muhammad Syafranuddin juga menyarankan menyisihkan dana sekolah untuk pembuatan ruang baca atau perpustakaan yang lebih representatif di setiap sekolah.
“Disisihkan saja sekitar 2 atau 10 persen dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah, Red.) mungkin cukup, karena itu juga untuk kepentingan pendidikan, jadi jangan hanya buku paket saja tapi buku tentang ilmu pengetahuan lain juga diperlukan anak-anak,” tutup Muhammad Syafranuddin. (iwa/adv)



