Tahun Ini Pembangunan Jembatan Sungai Rapak Jadi Prioritas Pemkab Kutim

NUSASATU,KAUBUN – Setelah tertunda tiga tahun, pembangunan jembatan baru Sungai Rapak tahun ini menjadi prioritas Pemkab Kutai Timur (Kutim). Dan ditargetkan selesai akhir tahun 2024.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meninjau jembatan Sungai Rapak yang sudah tidak layak untuk beroperasi. Sebab, jembatan dari kayu ulin tersebut sangat membahayakan warga yang tiap hari melintas.
Setelah meninjau jembatan tersebut. Ardiansyah melakukan kunjungan sekaligus audiensi dengan kelompok tani di sekitar jembatan. Kemudian, menginstruksikan ke Dinas PUPR segera melakukan kajian menindaklanjuti perencanaan yang ternyata sudah dimulai 2020 lalu.
“Wah ini sudah tidak layak dan sangat berbahaya. Jangan sampai menelan korban. Tolong Dinas PUPR lakukan kajian secepatnya, kita segera bangun yang baru,” tegasnya.
Tahun ini pembangunan jembatan tersebut akan dimulai dengan pengerasan jalan akses masuk sepanjang 700 meter untuk membawa material.
“Sebagai sentra padi di Kutim, harapannya, jika jembatan baru ini sudah rampung, para petani yang mengelola lahan seluas 200 hektare ini, lebih lancar melaksanakan produktivitas dan pemasaran hasil panennya,” katanya.
Sementara, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kutim Wahasuna Aqla memaparkan, perencanaan sudah dilakukan sejak 2020 lalu. Namun, pelaksanaannya tertunda karena berbagai pertimbangan dan suasana Covid-19.
“Akhir Agustus 2023 kita sudah mulai dan prioritas adalah peningkatan akses jalan dan drainase untuk ‘dropping’ material. Persoalan bidang tanah yang terkena proyek pembangunan jembatan baru ini sudah ‘clear’, masyarakat sudah bersedia memberikannya, tidak ada masalah,” bebernya.
Pihaknya menargetkan akhir tahun 2024 jembatan ini bisa difungsikan. Dengan estimasi biaya pembangunan jembatan sebesar Rp 25 miliar, panjang bentang utama 65 meter, dan lebar 6 meter.
Selain jembatan di Desa Bumi Rapak, Pemkab Kutim juga membangun beberapa fasilitas umum diantaranya, kantor desa, balai pertemuan umum di Desa Bukit Permata, dan Cipta Graha.(wik/adv)



