Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak, Sembilan Bunda PAUD Desa Dikukuhkan
NUSASATU,MUARA ANCALONG – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi wadah untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak. Agar kelak menjadi generasi berkualitas yang memiliki daya saing tinggi.
Sebagai jenjang yang sangat penting, Pemkab Kutai Timur (Kutim) melantik sebanyak sembilan Bunda PAUD desa dari Kecamatan Muara Mancalong, Long Mesangat (Longmes), dan Busang periode 2023-2028. Dikukuhkan langsung oleh Bunda PAUD Kutim Siti Robiah disaksikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Lamin Datun, beberapa waktu lalu.
Sembilan Bunda PAUD desa ini adalah Bunda PAUD Desa Kelinjau Ilir Hariah, Desa Long Nah Zul Azizah, Desa Gemar Baru Noryati Lencau, Desa Senyiur Maghfiratunnur, Desa Muara Dun Nelly Wardani, dan Desa Long Tesak Juniar dari Kecamatan Muara Ancalong.
Sementara, dari Kecamatan Longmes Norlina Bunda PAUD Desa Melan, selain itu Bunda PAUD Desa Rantau Sentosa Jiki dan Desa Long Bentuk Heldi Sriwahyuni dari Kecamatan Busang.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, kegiatan PAUD ada taman kanak-kanak, kelompok bermain, penitipan anak, sekolah minggu dan lainnya. Itulah model layanan yang harus diberikan oleh bunda-bunda PAUD desa.
“Maka dari itu, saya berpesan para kepala desa harus punya kepedulian terhadap istrinya yang menjadi Bunda PAUD desa,” ujar Ardiansyah.
Ia juga menambahkan pekerjaan Bunda PAUD sulit namun juga menyenangkan. Sebab, bertemu dengan anak-anak sudah pasti menyenangkan.
Ardiansyah sangat mengapresiasi tugas dari Bunda PAUD karena tugasnya sangat luar biasa, mengamati pola pendidikan dan menjadi tumpuan untuk menciptakan generasi emas dikemudian hari.
“Untuk perusahaan juga harus bisa memberikan kontribusinya. Apalagi sebagian besar perusahaan memiliki PAUD. Karena PAUD ini pendidikan dasar jadi tak terlalu besar biaya yang harus dikucurkan hanya menyesuaikan kebutuhan saja,” ucapnya.
Dirinya juga mengajak semua pihak untuk semangat mencerdaskan anak-anak, terutama untuk Bunda PAUD desa. Karena ke depan semua pembangunan anak-anak yang melanjutkan dan meneruskan semuanya.
Bunda PAUD Kutim Siti Robiah menuturkan, menjadi Bunda PAUD bisa dikatakan mudah bisa juga menjadi sulit. Kuncinya adalah dengan niat yang membuat semua itu menjadi mudah. Sehingga masa depan anak-anak atau mensejahterakan masyarakat terwujud.
“Tentunya, kita semua ingin memberikan yang terbaik buat anak-anak dan masyarakat,” ujar Siti Robiah.
Ia mengatakan Bunda PAUD ini melekat dengan jabatan suami. Maka dari itu, tugas sebagai Bunda PAUD harus dijalankan biarpun berat atau ringan.
“Selamat untuk Bunda PAUD desa yang telah dikukuhkan, semoga bisa mengemban tugas dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.(wik/adv)



