Diskominfo Kutim

Kolaborasi Cegah dan Percepat Penurunan Stunting di Kutim

NUSASATU,SANGATTA – Sebagai bentuk keseriusan untuk mencegah dan menurunkan stunting, Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama (Kemenag) Kutim berkolaborasi dalam penguatan pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin melalui Memorandum of Understanding (MoU).

Kadinkes Kutim Bahrani, mengatakan Pemkab Kutim ingin menyiapkan generasi unggul ke depannya. Dengan itu, diperlukan adanya intervensi bagi calon pengantin dengan periksa kesehatan tiga bulan sebelum menikah termasuk penyiapan gizinya.

“Orang menikah ditahun pertama itu biasanya langsung hamil jadi harus disiapkan baik fisik, mental maupun status kesehatannya,” bebernya, beberapa waktu lalu.

Dengan kesiapan yang matang sebelum menikah, kelahiran stunting bisa diminimalisir. Sebab, ia menyebut selama sembilan bulan kehamilan sampai umur dua tahun menjadi pertumbuhan penting bagi anak termasuk otak.

“Kalau lambat diintervensi bisa jadi tumbuh kembangnya terganggu,” tutupnya.

Kepala Kantor Kemenag Kutim Mulyadi Mugheni, mengapresiasi dengan adanya kerja sama ini. Meski sebelumnya Kemenag sudah melaksanakan proses penyiapan mental, spiritual, dan kesehatan bagi calon pengantin.

“Artinya ada MoU atau tidak sudah berjalan, namun dengan adanya MoU akan menguatkan lagi. Bisa bersinergi dari aspek kesehatan bagi calon pengantin,” ungkapnya.

Mulyadi berharap melalui MoU ini pelaksanaannya akan terstruktur dan terbimbing dari segi pembinaan kesehatan calon pengantin. Pihaknya, juga secara berjenjang akan melakukan sosialisasikan di 18 kecamatan melalui KUA masing-masing dan akan tindaklanjuti setelah MoU ini. (wik/adv)

Related Articles

Back to top button