BPBD Kutim dan BMKG Kolaborasi Beri Edukasi Mitigasi Bencana
NUSASATU,SANGKULIRANG – Melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLGBT), Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Timur (BPBD) Kutim berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membekali masyarakat dengan mitigasi bencana.
Dipusatkan di Kecamatan Sangkulirang, kegiatan ini diikuti 55 peserta dan akan berlangsung mulai 8 hingga 9 Agustus.
Dibuka langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Aula Kantor Camat Sangkulirang.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut, kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap gempa bumi maupun tsunami. Ia meminta peserta untuk menjadikan kegiatan ini pengalaman untuk mendapatkan ilmu yang baik terhadap mitigasi kebencanaan.
“Saya harap masyarakat tanggap terhadap bencana. Terima kasih kepada BMKG yang telah memberikan pengalaman terhadap sekolah-sekolah dan memberikan pencerahan terkait gempa baik geografinya, meteorologi, maupun kualitas udara,” ucapnya saat membuka SLGBT, beberapa waktu lalu.
Orang nomor satu di Kutim ini menambahkan bahwa melalui kegiatan SLGBT tentunya bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanggap terhadap bencana. Sehingga, kedepannya masyarakat sudah siap mengambil sikap terhadap datangnya bencana.
“Kemudian juga harus berkolaborasi atau bekerja sama dengan stakeholder di daerah dengan membangun sikap tanggap bencana oleh masyarakat,” ujarnya.
Deputi Bidang Geofisika Hanif Andi Nugraha mengatakan, jika wilayah Kutim pernah terjadi bencana pada 14 Mei 1921 lalu, dan bencana tersebut menjadi pengingat apabila kemungkinan terjadi tsunami.
“Pembelajaran di sekolah memperkuat kapasitas untuk mewujudkan masyarakat siaga terhadap tanggap darurat dan sebagai acuan keselamatan dalam penentuan bahaya gempa bumi dan tsunami,” jelasnya. (wik/adv).



