News

Ketua Komisi III DPR RI Soroti Penegakan Hukum Kasus Warga Sleman yang Tolong Istri dari Penjambret

NUSASATU, JAKARTA — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyesalkan penegakan hukum yang dilakukan Polres Sleman dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman dalam kasus yang menjerat Hogi Minaya, warga Sleman yang ditetapkan sebagai tersangka usai menolong istrinya dari aksi penjambretan.

Hal itu disampaikan Habiburokhman dalam rapat Komisi III DPR RI di Jakarta, Rabu (28/1/2026). Ia menilai proses hukum terhadap Hogi sarat persoalan dan memicu kemarahan publik.

“Ini kasat mata, Pak, kasat mata bahwa penegakan hukum yang dilakukan Polres Sleman dan Kejari Sleman itu bermasalah. Publik marah, kami juga marah,” ujar Habiburokhman.

Menurutnya, kasus tersebut mencederai citra institusi Polri dan Kejaksaan yang selama ini menjadi mitra kerja Komisi III DPR RI. Ia menegaskan, DPR bahkan mempertaruhkan kredibilitasnya dalam pembahasan regulasi untuk menjaga kepentingan lembaga penegak hukum.

“Penyusunan KUHAP dan sebagainya kami pertaruhkan kredibilitas kami untuk menjaga kepentingan kejaksaan dan kepolisian,” imbuhnya.

Habiburokhman juga menyoroti pernyataan Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulyanto yang menyebut penegakan hukum bukan soal “kasihan-kasihan”. Pernyataan tersebut dinilai tidak mencerminkan semangat keadilan.

“Saya menyesalkan pernyataan saudara mengatakan penegakan hukum bukan soal kasihan-kasihan,” tegasnya.

Ia meminta aparat penegak hukum memahami substansi KUHP baru, khususnya Pasal 53 yang menekankan keadilan substantif dibandingkan sekadar kepastian hukum.

“Penegak hukum itu harus mengedepankan keadilan, bukan hanya kepastian hukum,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Habiburokhman juga mendorong penyelesaian kasus melalui mekanisme mediasi atau restorative justice (RJ). Ia menilai tidak adil jika keluarga Hogi yang merupakan korban penjambretan justru kembali dibebani tuntutan.

“Ada keluarga korban, keluarga yang dijambret ini, justru kuasa hukumnya mengajukan tuntutan semacam uang kerahiman. Astagfirullah, ini logikanya sudah terbalik,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button