Gubernur Kaltim Lantik 91 PNS, Tekankan ASN Adaptif dan Berorientasi Pelayanan
NUSASATU, SAMARINDA – Gubernur Rudy Mas’ud resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 91 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Pelantikan digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (22/12).
Sebanyak 91 pejabat yang dilantik terdiri atas tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 84 Pejabat Administrator dan Pengawas. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan organisasi dan birokrasi pemerintahan di lingkungan Pemprov Kaltim.
Tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni Siti Farisyah Yana sebagai Staf Ahli Bidang II, Muhaimin sebagai Kepala Bappeda Kaltim, Lisa Hasliana sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim, Fahmi Himawan sebagai Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan sebagai Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Joko Istanto sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim, serta Yusliando sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kaltim.
Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kinerja aparatur dan mempercepat pengembangan karier ASN secara profesional.
“Setiap jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab untuk melayani masyarakat Kaltim,” ujar Rudy, dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltim.
Rudy juga mengingatkan ASN agar menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah daerah di Sumatera, serta hadir memberikan dukungan moral sebagai wujud peran negara.
“ASN adalah perekat bangsa. ASN harus hadir secara tanggap, berkeadaban, dan berperan aktif dalam situasi apa pun,” tegasnya.
Menjelang akhir tahun 2025, Rudy menilai tantangan pembangunan daerah semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat. Karena itu, ia menuntut kinerja ASN yang lebih nyata, cepat, dan optimal.
Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk memastikan berbagai program prioritas, khususnya Program GratisPol dan JosPol, dapat terlaksana dengan baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Program-program ini bukan sekadar janji, tetapi komitmen yang harus diwujudkan,” katanya.
Ia pun meminta seluruh ASN menghindari praktik pelayanan yang lambat, serta mampu bekerja secara lincah, adaptif, solutif, dan kolaboratif lintas sektor.
“Keberhasilan pembangunan Kaltim hanya dapat dicapai melalui kerja tim yang solid. Jadilah pemimpin yang melayani, tidak antikritik, dan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkas Rudy.



