Produk UMKM Selangkau Dipuji Pj Gubernur
NUSASATU – Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik didampingi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, secara simbolis melakukan peluncuran ekspor perdana produk UMKM Desa Selangkau, belum lama ini. Yakni Frutiboks dan Kalbana yang merupakan produk turunan pisang kepok grecek menuju Singapura dan Eropa. Momen peluncuran itu dilaksanakan di Aula Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang. Peluncuran ini turut didukung oleh konsultan ekspor UMKM yakni Mutigo Indonesia dan untuk pemasarannya dari Pos Indonesia.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Kaltim Akmal memuji produk UMKM Selangkau ini. Karena berbahan baku pisang dan rasanya kelas premium. “Pisang ini sangat enak dan saya sudah mencobanya. Saya menemukan kearifan lokal daerah mampu di upgrade (tingkatkan, red) secara matang menjadi produk unggulan. Selain akan diekspor ke luar negeri, produk ini kalau bisa dijual di Jakarta biar menasional,” ujarnya.
Akmal pun membandingkan dirinya dengan produk UMKM Selangkau soal waktu yang dibutuhkan untuk bisa ke luar negeri. Dengan awal meniti karir menjadi seorang PNS sebagai Kasupsi di Kantor Camat dengan pangkat eselon 5B, Akmal mengaku membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa ke luar negeri.
“Produk pisang ini malah bagus lompatannya, cuma butuh setahun saja bisa go internasional. Beda dengan saya yang sekarang kini menjadi Pj Gubernur Katim sekaligus menjadi Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI butruh 30 tahun. Jadi perbedannya signifikan sekali,” jelasnya.
Akmal kembali menegaskan jika sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, minimal bisa mengembangkan satu produk unggulan yang punya ciri khas untuk dijual. Artinya tidak perlu banyak, namun bisa bersaing di luar negeri.
Ia pun sudah memerintahkan pihak terkait bisa memberlakukan Perda di seluruh kamar hotel di Kaltim agar menyediakan produk UMKM ini. Nantinya pemasaran bisa didukung perusahaan sekitar. Seperti dari PT Indexim Coalindo maupun PT Kobexindo Cement karena karena pasti lebih tahu arah dan target pasar.
“Barang-barang produk UMKM Selangkau ini pun bagus bisa dinikmati seluruh warga Kaltim. Tahan produknya sampai 10 bulan dan memang sangat awet, tahan lama,” urainya.
Akmal juga turut memerintahkan perangkat daerah (PD) Pemprov Kaltim untuk bisa memberikan dukungan produk UMKM pisang ini. Dia menginstruksikan Pemprov Kaltim membantu dalam dukungan areal pengembangan perkebunan pisang grecek sampai 3.000 hektare. “Nah untuk perusahaan bisa bantu lewat kemasan agar terlihat menarik sekaligus pemasaran serta publikasi promosinya,” sebutnya. (adv)



