Diskominfo Kutim

Kawasan LBMS Kutim Raih Kalpataru 2023

NUSASATU,SANGATTA – Pengelolaan kawasan Lahan Basah Mesangat Suwi (LBMS) yang dilakukan Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kutim bersama Yayasan Konservsi Khatulistiwa Indonesia dan Yayasan Ulin mendapatkan penghargaan Kalpataru 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala DLH Kutim Armin Nazar, menyebut penghargaan ini tidak lepas dari kawasan Mesangat dan Suwi mendapatkan perhatian serius, terbukti dengan dilakukannya survei, penelitian, kajian-kajian vegetasi, hidrologi, dan sosial ekonomi. Bahkan melibatkan mahasiswa dan dosen dari Universitas Mulawarman dan Stiper Sangatta, hingga para ahli.

“Untuk lebih terintegrasi sedang dilakukan analisa permodelan sosio-ekologi guna memahami keterhubungan. Dimana untuk menggantikan rencana aksi tahun 2019-2023 yang telah habis masa berlakunya maka dilakukan penyunan rencana aksi pengelolaan kawasan LBMS 2024-2028,” jelasnya saat Rapat Koordinasi LBMS.

Selain mendapatkan penghargaan Kalpataru 2023, dari assessment PT Sawit Sukses Sejahtera, kawasan ini mendapatkan tambahkan lahan sebanyak 595 hektar, sehingga total lahan bertambah dari 13.570 hektar menjadi 14.165 hektar.

“Berdasarkan luasan baru tersebut maka lantas dituangkan dalam draf Surat Keputusan (SK) Bupati Kutim tentang penetapan kawasan ekosistem LBMS, serta SK Pembentukan Forum Pengawasan Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat Suwi,” ujarnya, di Ruang Arau Kantor Bupati, beberapa waktu lalu.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, memaparkan kunci utama yang dilakukan pada Lahan Basah Mesangat Suwi (LBMS), harus berdampak nyata dalam penguatan ekonomi masyarakat lokal.

“Itu yang menjadi tujuan, meskipun esensi lainnya terkait terkoordinasikannya kegiatan-kegiatan ekologi sehingga tidak merubah ekosistem yang ada. Namun masyarakat tetap mendapatkan dampak positif, baik dalam hal ekonomi dan lain-lain,” tegasnya.

LBMS yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim ini, menurutnya sangat penting untuk dilakukan. Karena dari tiga jenis hutan yang mampu untuk menurunkan emisi, ada hutan lahan gambut, hutan mangrove, serta hutan pada umumnya.

“Konsep LBMS ketiganya ada semua, mulai dari pengelolaan lahan basah dan lahan kering. Apalagi disana hidup beberapa satwa baik buaya badas hingga bekantan yang ada di dua kecamstan di Kutim tersebut,” ungkapnya.(wik/adv)

Related Articles

Back to top button