Diskominfo Kutim

Pemkab Kutim Dorong Penguatan UMKM Melalui Roadshow

NUSASATU,SANGKULIRANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong penguatan di sektor UMKM. Dengan menggelar Roadshow Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lapangan Rajawali ,Kecamatan Sangkulirang menjadi titik ke-11 digelarnya roadshow ini.

Berlangsung beberapa waktu lalu, melalui roadshow tersebut menjadi penting agar UMKM dapat berperan penting dalam menumbuhkan UMKM lokal yang berdampak kepada pendapatan nasional.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, mengatakan para ahli ekonomi menyebut tahun 2024 secara global dunia akan mengalami krisis ekomomi ,pangan dan energi yang disebabkan oleh gejala El-Nino atau musim kemarau panjang.

“Pengalaman krisis ekonomi dan moneter yang terjadi secara global pada 1997-1998, ternyata yang mampu bertahan adalah sektor UMKM dan pertanian. Hal tersebut membuktikan bahwa sektor UMKM dan pertanian mampu menjadi penopang atau pilar menghadapi krisis ekonomi,pangan dan energi,” ucapnya saat membuka Roadshow UMKM di Kecamatan Sangkulirang.

Ayah dari empat anak ini mengajak seluruh komponen baik pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk berkolaborasi menyiapkan dengan baik sektor UMKM dan komoditi pertanian dengan baik.

Sementara, Pemkab Kutim sendiri telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendorong para pelaku meningkatkan produksinya baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Diantaranya pelatihan teknis, bantuan modal dan peralatan produksi, peningkatan sarana distribusi dengan perbaikan jalan, bazaar, dan pameran untuk pemasaran.

“Bagi pelaku UMKM saya minta manfaatkan fasilitas ini dengan optimal,” harapnya.

Ardiansyah juga mengajak pihak swasta untuk berkontribusi lebih besar lagi dalam mendampingi para pelaku UMKM dan sektor pertanian. Sebab, Pemkab Kutim memmiliki keterbatasan.

“Pemkab Kutim tentu punya keterbatasan, untuk itu saya mengajak perusahan-perusahaan yang ada di Sangkulirang juga memberikan kontirbusi kepada pelaku UMKM kita,” tutupnya.

Kepala Bidang Usaha Mikro Diskop UKM Dinas Koperasi dan UMKM Kutim Pasombaran, menjelaskan bahwa tujuan bazaar dan roadshow UMKM ini adalah untuk pengendalian inflasi, sarana promosi, dan pemasaran serta membentuk jaringan.

“Dinas Koperasi dan UMKM akan melanjutkan kegiatan ini hingga titik ke 18 dengan tujuan mempertahankan tingkat inflasi dibawah empat persen, kemudian memverifikasi setiap produk lokal yang berorientasi pasar ekspor,seperti produk turunan gula aren seperti gula semut, dan juruh (gula aren cair).

Menurutnya, ada 15 produksi original asal Kutim yang telah dipamerkan di Bali dan Jakarta. Hal ini, produk UMKM ini memiliki potensi cukup besar.

“Ini yang perlu ditingkatkan lagi baik dari izin produksi, kemasan, dan kualitasnya. Buktinya stand Kutim meraih predikat juara favorit waktu pameran di Bali,” ungkapnya.(wik/adv)

Related Articles

Back to top button